Blitar – Mahasiswi UNU Blitar jadi korban dugaan pelecehan oleh dosen, dan kampus dinilai lamban tangani kasus ini.

Salah satu korban yang enggan disebutkan namanya mengaku alami perlakuan tak pantas itu sejak semester awal kuliah. Seiring berjalannya waktu, korban mulai merasa tak nyaman karena kerap mendapat perlakuan fisik, seperti memijit maupun mencolek.

Dugaan tindakan tidak pantas itu juga dilakukan secara verbal maupun nonverbal. Ia juga sempat melihat dan mendengar sendiri adanya perlakuan serupa terhadap mahasiswi lain.

Tak hanya itu, korban juga menyebut dosen tersebut kerap memberikan tekanan akademik, salah satunya meminta mahasiswa membayar biaya publikasi karya ilmiah hingga ratusan ribu, namun artikel yang dijanjikan tidak pernah terbit.

Ia dan korban-korban lain pernah melaporkan persoalan itu ke pimpinan kampus. Namun, laporan itu tak membuahkan hasil dan hanya berakhir teguran pada dosen yang bersangkutan.

Ahmad Kafi, Ketua Komisariat PMII Kampus UNU Blitar mengatakan pihaknya bersama korban telah melaporkan dugaan kasus ini ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Kampus satu minggu sebelum kasus mencuat ke publik.

Satgas PPKS Kampus sempat menjanjikan penanganan dalam waktu satu minggu. Namun hingga batas waktu yang dijanjikan belum ada tindak lanjut yang jelas.

Pihaknya mendesak kampus menciptakan lingkungan belajar yang aman. Hampir setiap kelas yang diajar dosen tersebut terdapat korban pelecehan verbal maupun nonverbal.

Kata dia, keputusan dari Badan Pengelola dan Penyelenggara (BPP) setelah mendapat laporan pihak kampus dikabarkan telah menghentikan dosen tersebut dari aktivitas mengajar di sejumlah program studi.

Ardhi Sanwidi, Wakil Rektor 3 mengatakan berita yang beredar masih dugaan tapi sudah diproses internal kampus.(Tiv/Lky)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Pemotor Asal Campurdarat Tulungagung Meregang Nyawa Usai Tabrak Truk

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Jodi Indrawan mengatakan, EP (Lk,20) warga Gamping Campurdarat…

Narasi Polisi Tulungagung Tabrak Pengendara Saat Pengejaran Hoaks, Ini Kronologi Sebenarnya

Tulungagung – Satlantas Polres Tulungagung menindak seorang pengendara sepeda motor yang tidak…

MUI Tulungagung : Sound Horeg Lebih Banyak Mudarat, Aparat Diminta Tak Terbitkan Izin

Tulungagung – MUI Tulungagung menegaskan sound horeg lebih banyak menimbulkan mudorot ketimbang…

Pengusaha Sound Horeg Tulungagung Usulkan Polling Sebagai Acuan Penggunaan Dalam Kegiatan Masyarakat

Tulungagung – Pengusaha sound horeg di Tulungagung meminta adanya polling untuk dijadikan…