Tulungagung – Dinas Pendidikan Tulungagung mencatat 88,96 persen Lembaga Pendidikan SD Negeri dan Swasta tidak terpenuhi pagu dalam SPMB 2026. Persaingan dengan lembaga SD lainnya menjadi faktor penyebabnya.

Juru Bicara SPMB Tulungagung, Rifka Zuyun mengatakan, dari 634 lembaga SD di Tulungagung 88,96 persen atau 564 lembaga SD Negeri dan Swasta yang dinyatakan tidak memenuhi pagu saat SPMB tahun ini.
Menurutnya tidak terpenuhi pagu ini disebabkan beberapa faktor seperti jumlah jumlah lulusan di sekitar sekolah yang turun tahun ini dan persaingan dengan lembaga SD/MI lainnya.
Zuyun menyebut, meski banyak yang tidak terpenuhi pagu murid, proses belajar mengajar akan berjalan sesuai dengan rencana yang telah direncanakan setiap tahunnya.
Zuyun juga mengatakan, selain SD, Lembaga SMP juga mengalami nasib yang sama, dari total 48 Lembaga, sekitar 70 persen diantara tidak terpenuhi pagu atau 34 Lembaga SMP Negeri di Tulungagung.(Ang/Lky)