Blitar – Peternak ayam petelur Kabupaten Blitar obral harga telur dan ayam afkir ke masyarakat, dampak anjloknya harga telur.

Suyanto, satu di antara peternak ayam petelur Kabupaten Blitar mengatakan sejumlah peternak harus putar otak agar tidak mengalami kerugian cukup banyak di tengah kondisi anjloknya harga telur yang hanya Rp17.500 per kilogram di tingkat peternak.
Menurut Suyanto, jarak harga telur di tingkat peternak dan di tingkat eceran cukup banyak. Di eceran, kata dia, harga telur mencapai Rp24 ribu per kilogram.
Menyikapi hal ini, pihaknya bersama peternak lain langsung menjual telur obral dengan harga Rp20 ribu per kilogram di beberapa tempat titik keramaian, seperti yang dilakukan pada Senin 29 Juni 2026 pagi tadi di depan Kantor Pemkab Blitar di Kanigoro.
Peternak mengaku mengalami kerugian cukup banyak dampak harga telur yang terus turun, sementara harga pakan cukup mahal.
Bambang, satu di antara peternak ayam petelur dari Nglegok menyebut dirinya mengambil langkah mengurangi populasi ayam petelur dengan langkah afkir agar bisa memberi makan ayam yang masih bisa produktif.
Bambang menyebut Senin 29 Juni 2026 hari ini dia menjual ayam hidup dengan harga 4 ekor senilai Rp100 ribu untuk memutar perekonomian di tingkat peternak. Total dia sudah menjual ribuan ekor ayamnya untuk mengurangi populasi dampak kerugian ini.(Apr/Lky)