Tulungag7ung – Apindo Tulungagung mengakui dampak kenaikan BBM dan elpiji non-subsidi mulai dirasakan anggotanya, terutama di sektor makanan ringan dan garmen.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kabupaten Tulungagung Nur Wakhidun mengatakan, saat ini pihaknya hanya bisa pasrah menghadapi kenaikan harga BBM dan elpiji non-subsidi, karena pengurus apindo pusat juga mendukung kebijakan dari pemerintah.
Wakhidun mengakui puluhan anggotanya yang bergerak di sektor makanan ringan dan garmen mulai merasakan dampak dari kenaikan harga ini. Menurut Wakhidun dampak yang dialami mereka memang tidak serta merta berasal dari naiknya BBM dan elpiji non-subsidi, namun dari naiknya ongkos produksi karena bahan yang didatangkan secara impor.
Dengan melonjaknya harga minyak dunia, ongkos kirim angkutan barang dari luar negeri otomatis naik. Wakhidun belum berencana menyampaikan aspirasi ke pengurus pemprov dan pusat, karena mereka juga mengikuti arahan dari pemerintah pusat.
Sebelumnya, Pertamina resmi menaikkan harga beberapa jenis BBM non subsidi dan elpiji non subsidi, imbas gejolak pasar global.(Amr/Lky)