Tulungagung – Delapan desa di Tulungagung sampai saat ini baru masuk daftar nominatif yang akan dilintasi Tol Kediri-Tulungagung. Belum pernah ada proses appraisal maupun pembayaran ganti untung.

Plt. Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tulungagung, Heri Santoso, mengatakan, dari 14 desa-kelurahan yang akan dilintasi Tol Kediri-Tulungagung, baru empat yang sudah dibayarkan ganti untungnya, mulai dari Kelurahan Kutoanyar dan Panggungrejo Kecamatan Kota, Desa Simo Kedungwaru, dan Desa Panggungrejo Kauman.
Sementara sampai saat ini masih ada delapan desa yang baru masuk daftar nominatif atau belum diapa-apakan oleh tim pengadaan tanah, baik appraisal maupun penggantian untung lahan terdampak. Kedelapan desa ini di antaranya Desa Tulungrejo, Sembon, Punjul, Gedangan, Sukodono, dan Sukowidodo Kecamatan Karangrejo, serta Desa Batangsaren dan Balerejo Kauman.
Kemudian, sisa dua desa lain, Sukowiyono dan Bungur Karangrejo, baru proses appraisal atau penghitungan nilai tanah. Itu pun dilakukan tahun 2024 lalu.
Heri menambahkan, dari hasil komunikasi dengan tim pengadaan tanah tol, belum ada rencana proses appraisal maupun ganti untung dari pemrakarsa tol.
Tol Kediri-Tulungagung di wilayah Tulungagung rencananya akan dibangun sepanjang 13,2 kilometer dan melintasi 14 desa-kelurahan di empat kecamatan.(Amr/Lky)