PSDKP Tulungagung mengaku kesulitan menangkap buaya yang terlihat di Teluk Popoh, karena hewan ini dilindungi sehingga tidak boleh ditangkap mati.

Koordinator Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Wilayah Tulungagung, Syamsul Reza, mengatakan pihaknya kesulitan melakukan penangkapan buaya yang muncul di perairan Teluk Popoh, Senin kemarin.
Sebab, buaya tersebut tergolong pandai menyelam dan beradaptasi dengan lingkungan. Ditambah kondisi gelombang laut yang tinggi menjadi tantangan tersendiri.
Syamsul menyebut penangkapan buaya ini tidak bisa menggunakan metode tembak mati dan harus ditangkap hidup-hidup, karena tergolong hewan yang dilindungi.
Syamsul mengaku, saat ini pihaknya bersama instansi terkait hanya melakukan pemantauan. Jika nantinya buaya terlihat muncul di permukaan, pihaknya tentu akan berusaha menangkap hewan tersebut.
Syamsul menyebut, sampai saat ini belum ada laporan nelayan yang diganggu buaya ini.
Sebelumnya, kemunculan diduga buaya di perairan Teluk Popoh, Senin siang kemarin, terekam oleh kamera HP warga sekitar dan viral di media sosial.
Bahkan, buaya tersebut sempat terpantau berada di daratan Pantai Niyama pada malam harinya.(Ang/Lky)