Tulungagung – Dinas Perhubungan Tulungagung mengakui kenaikan harga BBM non subsidi akan membuat anggaran operasional bus sekolah naik sekitar 100 juta di akhir tahun ini. Dishub akan mengajukan penambahan anggaran di PAK APBD 2026.

Kabid Angkutan dan Sarana Dishub Tulungagung, Oki Sakti Nugrahajati, mengatakan, dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi khususnya jenis solar membuat operasional 9 bus sekolah akan terdampak.
Menurut Oki, hasil penghitungan sementara, biaya operasional BBM akan membengkak sekitar 100 juta rupiah pada akhir tahun ini, atau mencapai 409 juta rupiah dari perencanaan awal yang hanya 300 juta rupiah.
Oki menyebut, dengan kenaikan ini tentu pihaknya akan mengajukan penambahan anggaran di PAK APBD 2026, agar bus bisa tetap beroperasi normal. Pihaknya cukup optimis usulan akan disetujui karena bus sekolah menjadi pelayanan publik yang sampai saat ini masih dibutuhkan.
Oki menambahkan, untuk biaya perawatan spare part dan perawatan masih sama, tidak ada perubahan.(Ang/Lky)