Tulungagung – Satgas MBG Tulungagung menyebut 198 penerima MBG dari SPPG Tanjungsari mengalami gejala keracunan. Seluruhnya merupakan siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu.

Anggota Satgas MBG Tulungagung, Aris Setiawan mengatakan, dari hasil Survei Epidemiologi atau SE terhadap penerima MBG dari dapur SPPG Tanjungsari, total ada 198 penerima yang mengalami gejala keracunan seperti mual dan diare. Angka itu naik signifikan dari laporan awal 98 penerima yang mengalami gejala sakit.
Menurut Aris, ratusan penerima yang mengalami sakit itu seluruhnya merupakan siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu, sementara dari penerima B3 tidak ada laporan gejala yang dialami.
Aris menyebut, dari hasil pemantauan selama tiga hari pascalaporan muncul, kondisi seluruh korban sudah membaik dan tidak ada laporan tambahan yang mengalami gejala sakit.
Aris juga mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium terkait dugaan penyebab keracunan tersebut. Diperkirakan hasil uji laboratorium akan keluar dua pekan pascakejadian.
Selain itu, nantinya hasil uji laboratorium akan dipadukan dengan hasil survei tersebut untuk memastikan penyebab keracunan.
Sebelumnya, Kamis pekan lalu, terjadi kasus dugaan keracunan yang dialami siswa SMKN 1 Boyolangu setelah menyantap menu MBG pada hari Rabu. Kasus ini menjadi yang ketujuh terjadi di Tulungagung.(Ang/Lky)