Tuungagung – Dinkes Tulungagung mengakui ada temuan obat diare dan minuman kelapa bermerek di dapur SPPG Pakisrejo, yang ratusan penerima MBG-nya diduga mengalami keracunan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan, mengatakan saat mengecek SPPG Pakisrejo, Rejotangan, setelah mendapat laporan dugaan keracunan, pihaknya menemukan obat diare dan minuman kelapa bermerek (Hydro Coco) yang sudah dikemas ke dalam plastik oleh pihak dapur. Dari keterangan pihak SPPG, obat dan minuman ini akan dibagikan kepada penerima MBG yang mengalami gejala keracunan.
Aris tidak menyebutkan hal ini sebagai prosedur yang keliru. Hanya saja, seharusnya pihak SPPG berkoordinasi dengan unsur kesehatan di desa, seperti Pustu, Polindes, hingga Puskesmas. Pihaknya juga mengakui baru menerima kabar dugaan keracunan dua hari setelah kejadian. Itu pun setelah salah satu pasien harus dirawat di Puskesmas Banjarejo.
Sebelumnya, 103 penerima MBG dari SPPG Pakisrejo mengalami dugaan keracunan pada Senin lalu, mulai dari balita, ibu menyusui, siswa, hingga guru. Dari jumlah tersebut, hanya satu orang yang dirawat di Puskesmas. (Ang/Lky)