Bitar- Fenomena “Bediding” yang melanda Blitar Raya diprediksi akan terjadi sampai bulan depan.

Ricko Kardoso, Kepala Stasiun Geofisika Malang mengatakan udara dingin yang dikeluhkan masyarakat Blitar Raya akhir-akhir ini, terutama saat pagi dan malam hari merupakan kondisi yang wajar selama puncak musim kemarau.
Menurut dia, dingin yang dirasakan disebabkan terjadinya penurunan suhu minimum di wilayah Jawa Timur yang diperparah oleh tutupan awan yang berkurang. Sehingga mengakibatkan kondisi yang terasa lebih dingin dibanding biasanya atau biasa disebut Bediding.
Berdasarkan pantauan Stasiun Geofisika Malang, suhu udara rata-rata di Blitar Raya berkisar 18 sampai 25 derajat Celcius. Sedangkan untuk titik lokasi terdingin ada di pegunungan berkisar 8,2 derajat Celcius, seperti di Gunung Bromo.
Kondisi ini, kata Ricko, diperkirakan masih akan berlangsung sampai bulan depan atau pada Juli nanti.
Ricko meminta warga tidak panik, sebab ini siklus normal musim kemarau di dataran tinggi dan sekitar pegunungan. Ia menegaskan tidak ada potensi cuaca ekstrem.
Ricko menambahkan saat ini kawasan Blitar Raya masih berada di musim kemarau, di mana berdasarkan pantauan BMKG, puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Agustus mendatang.(Dnd/Lky)