Tulungagung – 59 ternak Sapi di Tulungagung terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di awal tahun ini, paling banyak ditemukan di daerah perbatasan.

Kabid Kesehatan Hewan Disnakeswan Tulungagung, drh. Tutus Sumaryani mengatakan di awal tahun ini pihaknya mencatat ada 59 ternak sapi terpapar penyakit mulut dan kuku atau PMK, yang tersebar di 12 kecamatan di Tulungagung. Tutus menyebut dari hasil monitoring, sapi yang terjangkit PMK merupakan ternak yang didatangkan dari luar daerah, dan belum mendapat vaksinasi PMK.
Hasil temuan ini, pihaknya langsung melakukan langkah pencegahan agar tidak meluas, dengan pemantuan dan pemberian vitamin dan obat-obatan. Selain itu, hewan ternak dilarang untuk dibawa ke pasar hewan atau dikeluarkan dari kandang, supaya hewan ternak bisa segera pulih dan tidak meluas.
Tutus menegaskan dari 59 sapi tersebut belum ada yang mati. Disingung daerah paling banyak terpapar, Tutus tidak bisa merinci, tetapi dua kecamatan paling tinggi paparan berada di kecamatan Ngantru dan Kecamatan Rejotangan karena wilayah tersebut berada di perbatasan dengan Kabupaten lain serta lalu lintas ternak yang cukup tinggi.
Tutus menambahkan, tren PMK akan naik ketika masuk musim penghujan, tapi pihaknya memastikan wilayah Tulungagung saat ini tergolong sudah terkendali karena tidak menyebar masif dan belum ada yang mengarah kematian.(Ang/Lky)