Tulungagung – Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Tulungagung mengkritisi revitalisasi trotoar di Jalan Teuku Umar yang tidak ramah disabilitas. Salah satu diantaranya tidak ada Guiding Block.

Ketua Pertuni Tulungagung Yuniarsih mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan revitalisasi trotoar yang berada di jalan Teuku Umar atau simpang empat kemuning ke selatan yang baru rampung, tidak berpihak kepada disablitas, khususnya disabilitas netra.
Menurut Yuni, pemerintah tidak menyediakan Guiding Block atau jalur petunjuk jalan bagi disabilitas netra. Padahal seharusnya hal itu sudah menjadi syarat paling dasar dalam penataan kawasan perkotaan dan seharusnya sudah dipahami pemerintah. Yuni tidak heran dengan kondisi ini, karena mayoritas trotoar maupun fasilitas umum di Tulungagung belum berpihak terhadap disabilitas.
Bahkan teman-teman difabel lebih nyaman ketika beraktivitas di luar daerah karena aksesbilitas terhadap difabel cukup baik. Yuni juga mengatakan, selama ini pertuni belum pernah dilibatkan oleh Pemkab Tulungagung dalam membuat konsep fasilitas umum ramah disabilitas. Sebab, disabilitas juga punya hak untuk mengakses fasilitas publik.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Erwin Novianto mengatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan saran dari PERTUNI. Pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pembangunan trotoar di Jalan Teuku Umar Tulungagung.(Ang/Lky)